Kumpulan Cerita Cerita Seru
Cerita Seru Kirim Cerita IndoDiva Home IndoDiva Gallery IndoDiva Forum
Finding SEO - Bringing Traffics Closer To You
Articles
Daun Muda
Gay/Lesbian
Group Sex
Lain Lain
Oral Sex
Selingkuh
Setengah Baya
Sex Umum
Tukar Pasangan
Setengah Baya :: Terbang Ke Awang Awang
Pengirim
Category
Type
Date Added
Rating
Voters
Readers
-
Setengah Baya
Nyata
2006-12-28 19:09:10
25
8947

Aku hanyalah seorang pemuda chinese yang berwajah dan berperawakan biasa-biasa saja, dan aku sendiri tidak tahu apa yang menjadi daya tarik diriku sehingga seorang wanita setengah baya ingin berkencan denganku. Nama yang ada dalam cerita ini sudah aku samarkan jadi selamat membaca. Dan semua itu berawal dari cerita ini.

*****

Pada pertengahan tahun yang lalu ketika aku sedang berkunjung di sebuah mall didaerah Jakarta Pusat. Waktu itu aku sedang berdiri didepan sebuah restoran cepat saji sambil memperhatikan orang yang berlalu lalang didepanku, dan ternyata tanpa aku sadari ada seorang wanita yang sedang memperhatikan aku dan dia menyuruh pelayan restoran itu untuk memanggil aku.
"Maaf pak, anda dipanggil oleh ibu yang didalam" kata pelayan itu kepadaku.
Aku kaget dan bingung.
"Hah? ibu yang mana ya?" tanyaku pada dia
"Itu ibu yang didalam yang pakai baju warna hijau. Nah.. yang sedang melambaikan tangannya itu" jawab pelayan itu lagi.
Dan aku melihat seorang wanita setegah baya sedang melambaikan tangannya padaku.
"Aku?" tanyaku pada wanita itu sambil aku menunjuk diriku sendiri dan berkata pelan.
Kulihat wanita itu menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan aku menghampiri dia sambil tak lupa mengucapkan terima kasih pada pelanyan itu.

Setelah agak dekat kulihat seorang wanita chinese yang berperawakan agak gemuk dan wajah yang sama sekali belum aku kenal. Setelah mendekat akupun memperkenalkan diriku sambil menyalami wanita itu.
"Hallo, saya Ferry, anda siapa?" tanyaku pada wanita itu
"Saya Mira, panggil saja tante Mira.
Saya perhatikan dari tadi anda berdiri terus disana? sedang menunggu teman atau sedang menghitung orang yang lewat? Ayo silahkan duduk, ga ditarik bayaran kok" jawab tante Mira sambil bercanda.
Akupun duduk dihadapannya agar kita bisa bercakap-cakap lebih enak
"Ahh.. tante bisa aja, ga kok lagi iseng aja, sambil ngeliatin orang yang lewat. Tante sendiri sedang apa disini? kok sendirian?" tanyaku
"Iya nih, saya sedang cari accessoris mobil buat kejutan anak saya, tapi saya bingung sendiri mau cari apa dan dimana" jawabnya
"Memang tante mau cari barang apa? mungkin saya bisa bantu cari kalo tante nggak keberatan" jawabku lagi.

Lalu dia memberitahu barang-barang yang dia cari, dan kemudian aku menawarkan diri untuk membantunya.
"Oke saya tinggal dulu ya, tante disini aja" kataku padanya, dan akupun segera pergi mencari barang yang dicarinya.
Setelah setengah jam muter-muter mencari toko yang lengkap dan harga yang bagus, saya kembali lagi ke restoran tersebut dan langsung duduk di depan tante Mira
"Nah.. dapet nich tan" kataku pada tante Mira
"Tan.. tan.. emang ketan, apa setan" kata tante Mira sambil tersenyum
"Eh.. sorry maksudku tante" jawabku sambil cengengesan.
Lalu tante Mira menawarkan aku untuk memesan minuman dan makanan sambil memberi uang
"Wuih, kebanyakan tante, emang saya gentong" kataku
"Udah bawa dulu, sapa tau kamu mau traktir pelayan yang dikasir" jawab tante Mira sambil tertawa.
Akupun tertawa sambil berdiri dan langsung berjalan memesan makanan dan minuman.

Setelah mengembalikan kembalian dan cuci tangan, aku makan sambil menjelaskan hasil surveyku tadi, dan tante Mira sangat antusias sekali mendengarkannya. Setelah makan kamipun mulai berbelanja, dan aku membatu dia membawa barang-barang yang dibelinya yang ternyata bertambah menjadi bermacam-macam barang. Setelah berbelanja aku membantu tante Mira membawa barang-barang belanjaanya kemobilnya yang kemudian disambut oleh sopir
"Wah, terima kasih nih udah dibantuin. Ini buat kamu" kata tante Mira sambil menyelipkan sejumlah uang kesaku bajuku tanpa sepengetahuan sopirnya
"Ah.. ga usah tante, saya cuma mau bantuin tante aja kok" jawabku
"Ahh.. kamu ini, ini juga tanda terima kasih saya atas bantuan kamu. O ya fer, nomor telpon kamu berapa? boleh tante tau?" tanya tante Mira.
Lalu aku memberikan nomor telponku padanya yang disimpan dalam memori hpnya. Lalu diapun memberikan kartu namanya dan berpesan untuk sering-sering menelpon dia, lalu dia masuk kemobilnya dan sambil mengucapkan terima kasih sekali lagi serta melambaikan tangan diapun pergi, kemudian akupun pulang karena hari sudah menjelang sore dan akupun harus siap-siap untuk pergi kuliah. Tak lama sesampainya ditempat kostku, aku mendapat telpon dari tante Mira yang menanyakan apakah aku sudah sampai atau belum, dan dia juga mengajak untuk ketemu lagi besok siang pada saat jam makan siang dikantornya didaerah kuningan dan akupun menyanggupinya.

Keesokkannya aku bersiap-siap untuk bertemu dengan tante Mira, dan aku memakai baju serapi mungkin agar kelihatan seperti orang kerja, sebab aku merasa tidak enak jika nanti anak buah tante Mira melihat aku tidak kelihatan rapi. Tak lama kemudian aku menuju kantor tante Mira untuk bertemu s ... [mohon login dengan username anda untuk melanjutkan cerita/article ini].



Cerita Seru Kirim Cerita IndoDiva Home IndoDiva Gallery IndoDiva Forum